Pages

Wednesday, November 3, 2010

Sesungguhnya Ini Adalah Rahasia

Sore itu, dia ngomel-ngomel  tentang mengapa banyak sekali orang yang berbangga menjadi keturunan kesekian dari seorang raja. Padahal, dulu yang menyebabkan nusantara ini terjajah oleh VOC adalah gara-gara raja yang terhormat itu. Lalu, tidak sedikitpun dia pernah berbangga akan "biru" dalam darahnya.

Lalu, sayalah orang yang berbangga terhadap sepak terjang ayahnya di syarikat kilang minyak negeri seberang. Dan dia membentak saya setiap kali saya melakukannya. Maka sayalah orang yang gemar membanggakan diri, sedangkan dia adalah pria rendah hati yang duduk terdiam dengan wajah yang ditekuk.

Dan sayalah yang ingin memeluk dia setiap malam, sebab belasan tahun sudah dia dihantui dengan mimpi buruk yang itu-itu saja. Lalu saya mendapatinya teduh di bermain-main dengan kamera dan eksakta. Dan pada malam-malam ketika saya tidak ada, dia membaca-berpikir-dan menulis seperti orang yang kemaruk. Dan lembar-lembar tulisan itu adalah harta karun dengan kode-kode yang tidak dapat dipecahkan oleh Robert Langdon.

Lalu saya pula orangnya, yang selalu lupa untuk menghormati orang sehebat dia tiap kali saya meledak-ledak dalam kemarahan yang maha dahsyat terhadap dunia. Hingga dialah yang akhirnya menangisi ketidakhormatan saya terhadapnya yang sungguh keterlaluan.

Saya, yang selalu memutar-mutar bola mata dan tertawa, tiap kali dia bercerita tentang kemampuannya menahan diri terhadap wanita lain. Lalu saya berderai-derai air mata, ketika mendapati bahwa pesona dan tubuhnya dapat teraih oleh perempuan selain saya.

Dia adalah orang yang membiarkan saya menang dalam satu permainan, sebab dia tahu persis, tidak ada permainan lain yang dapat saya menangkan dari dia. Dan dialah satu-satunya yang membiarkan saya bersikap bodoh dan sombong, sebab dia tahu bahwa saya akan mengamuk kalau diminta berhenti untuk melakukannya.


Adakah hal yang melebihi klimaks yang saya raih ketika isi kepala saya bercinta hebat-hebatan dengan iai kepalanya?

Sssst. Ini adalah rahasia, yang kalau dia tahu saya menuliskannya, maka dia akan mendiamkan saya. Lama.

Tapi sayangku, pesonamu sungguh menggilakan aku. Bagaimana mungkin aku tidak mendamba, untuk kelak melahirkan keturunan kamu yang mewarisi kehebatan ayahnya? 

Kamu sudah lama tahu bahwa aku adalah penggemar figur Ayah, bukan?

No comments:

Post a Comment